The Jumer

 


Seperti yang kita ketahui bahwa bisnis UMKM menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampak wabah Virus Corona (Covid-19). Berdasarkan info dari Kementerian Koperasi dan UKM  (Kemenkop UKM) , setidaknya terdapat 949 laporan dari pelaku koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkena dampak wabah virus Corona (Covid-19).

Krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap kelangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun pada saat pandemi Covid-19 saat ini, justru UMKM yang sangat terdampak. Dampak dari sulitnya berusaha mengakibatkan banyaknya tenaga kerja yang terpaksa di rumahkan.

Di saat masa pandemi terjadi perubahan pola konsumsi barang dan jasa masyarakat dari offline ke online. Pelaku UMKM pasti kesulitan dalam mencapai target-target yang harus dicapai saat perekonomian terganggu. Perubahan pola tersebut, seyogyanya diikuti pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat survive, serta bisa berkembang sehingga mampu menghadapi kondisi new normal.

Dan berikut ini saya mewancarai salah satu pelaku bisnis yang berusaha tetap berjalan dimasa pandemi ini, Dia adalah Novi yang masih menjalankan usahanya. Dia memiliki usaha jual beli Keripik usus dengan berbagai macam rasa. Usaha tersebut sudah Dia tekuni selama kurang lebih 1 tahun. Dia memanfaatkan dunia digital untuk memasarkan produk yang dia jual. Dia melakukan promosi melalu melalui social media berupa instagram. Selain itu beliau juga memasarkan productnya secara langsung terhadap teman teman dikantor tempat Dia bekerja. Dengan semakin canggihnya teknologi digital dapat dimanfaatkan dan juga banyaknya minat terhadap produk yang dia jual mbak Novi berhapat usahanya bisa menjadi lebih maju dan berkembang.


Semoga dapat menginspirasi kita semua dan semoga sukses selalu menyertai. Thank you for your attention!


Firmansyah (1814221008)
Universitas Bhayangkara Surabaya
Teknik Sipil


Comments